Schema_markup_jasawebcilegon_2

Membuat Schema Markup? Ini 5 Keuntungannya Loh!

Jasawebcilegon.com – Pada posting artikel kali ini, saya akan membahas bagaimana keuntungan membuat schema markup. Tulisan ini masih bersambung ke tulisan selanjutnya nanti tentang bagaimana cara membuat schema markup. Tetapi sebelum membahas ke setiap langkah schema markup, saya coba iseng mencari sejauh mana konsep membuat schema markup ini populer di kalangan blogger Indonesia. Lihat hasilnya di bawah sini :

Cara_Membuat_Schema_Markup
Ketika Mencari di Google, Ternyata Schema Markup Cukup Populer dengan Bahasa Inggris
Tetapi, ketika saya mencari dalam versi Bahasa Indonesia, rupanya masih sedikit yang sadar akan pentingnya Schema Markup

Bagaimana? Itu artinya, setiap artikel yang kamu buat dengan schema markup, punya potensi lebih ramah SEO dibandingkan artikel yang bertebaran dengan bahasa Indonesia. Karena dilihat dari hasil pencariannya, tidak terlalu banyak untuk yang sudah diindex oleh Google. Oke, sekarang mari kita mulai membahas schema markup.

Apakah Cara Membuat Schema Markup Itu Susah?

Jika kamu pengguna WordPress, sudah banyak plugin yang mendukung cara membuat schema markup dengan mudah. Apalagi dengan fitur block editor yang memudahkan hanya tinggal klik-klik. Nah, di sesi ini saya akan fokus membahas cara membuat schema markup menggunakan plugin RankMath. Sebagai informasi saja, plugin Rank Math ini sudah lama saya gunakan. Beberapa fiturnya benar-benar sangat membantu saya dalam mengguide cara membuat artikel yang lebih ramah SEO dibandingkan dengan plugin lainnya.

Apa itu Schema Markup?

Schema Markup adalah bentuk format posting artikel di blog kamu yang intinya, memberitahukan ke Google dan mesin pencari lainnya bahwa artikel yang kamu buat adalah sebuah artikel terstruktur dengan serangkaian kode di dalamnya. Sehingga memudahkan mesin pencarian untuk menampilkan artikel kamu dalam urutan teratas.

Update : Sering kali muncul pertanyaan dari member di grup SEO dan WordPress Indonesia, apa bedanya schema markup dengan rich snippet. Di update ini akan saya jelaskan.

Sederhananya, schema markup yang dibuat oleh schema.org adalah sebuah bentuk kosakata standard yang dapat kita tambahkan pada HTML situs web kita. Tujuannya untuk membantu mesin pencari seperti Google memahami tentang konten website kita. Dan berpotensi nantinya bagaimana SERP menunjukkan hasil dari konten kita. Untuk contohnya seperti gambar di bawah ini :

Nah selanjutnya, apa itu rich snippet? Itu adalah fitur SERP yang merupakah hasil dari situs web yang memanfaatkan dan menandai halaman web menggunakan data terstruktur. Data terstruktur yang seperti apa? Ya data yang seperti ditunjukkan dari schema markup tersebut. Untuk lebih jelasnya kamu bisa lihat gambar di bawah ini.

Sebagai tambahan, untuk saat ini lebih dari 10 juta + 1 situs web (+1 nya web saya, hehehe), sudah menggunakan schema org untuk menandai halaman mereka.

Baca : Daily Info – Blog Info Hidup Milenial Lebih Bermanfaat

Ketika halaman artikel kamu menggunakan struktur data, dalam tips ini, mesin pencari akan membacanya sebagai ‘Rich Result’ atau bahasa lainnya adalah Rich Snippet. Keuntungannya apa kalau sudah cara membuat schema markup dalam bentuk Rich Snippet di Google?

Meningkatkan Visibilitas Website Kamu di Mesin Pencari

Yap, kelebihan inilah yang paling dicari dari semua para blogger. Agar lebih memudahkan Google mengindex artikel di website kita. Kalau sudah setiap kata pencarian yang sudah kita tentukan, kemudian user mencari sesuai dengan kata kunci. Lalu muncul artikel kita sebagai referensi. Tinggal tunggu hasilnya saja. Pasti web trafik kita meningkat drastis.

Tapi terkait hal ini, ada beberapa pertanyaan apakah akan meningkatkan organic trafic? Pertanggal artikel ini dibuat, belum ada yang membuktikannya. Hanya saja, dengan visibility tampilan menarik, user akan cenderung mengklik artikel tersebut.

Lagipula, data riset menunjukkan, bahwa sepertiga dari hasil pencarian Google, menggunakan schema markup sebagai basis tampilannya. Tentunya ini kesempatan yang bagus kan? Ketika metode ini masih kurang populer di Indonesia, tapi kamu sudah menerapkannya. Maka tinggal tunggu hasilnya saja, ketika schema markup mulai populer. Kamu sudah lebih dulu!

Baca : 9 Langkah Membuat Artikel yang SEO Friendly

Bisa Masuk ke Google Voice Loh!

Secara tampilan, jika artikel kamu ditampilkan secara sekilas berikut dengan gambar, maka akan mendorong user untuk mengklik artikel kamu. Sehingga, Google memberikan atensi lebih kepada artikel yang kamu tulis. Karena para user beranggapan bahwa artikel kamu adalah yang terlengkap dibandingkan artikel lainnya.

Efek yang lebih drastis adalah jika kamu memasang tombol Click to Action (CTA), akan langsung ke link yang sudah kamu tujukan. Lihat contohnya di bawah ini.

Schema_markup_Jasawebcilegon

Jenis Schema Markup

Ada banyak schema markup yang bisa kamu tambahkan ke website. Google sendiri mendukung lebih dari 50 schema. Kamu bisa mencari schema yang kompatibel dengan tampilan web dan sesuai kebutuhan. Beberapa schema dengan form yang paling banyak digunakan adalah :

  1. Organization Schema Markup
  2. Schema Person Markup
  3. Schema Local Business Markup
  4. Schema Product & Offer Markup
  5. Breadcrumbs Markup
  6. Schema Article Markup
  7. Video Schema Markup
  8. Event Schema Markup
  9. Recipe Schema Markup

Dipakai Banyak Top Search Engine

Para Top Search Engines, diantaranya including Google, Yahoo, Bing, dan Yandex, memulai kolaborasi Schema.org, pada tahun 2011. Sejak itu, sampai saat ini, schema markup masih dipakai oleh mereka. Terlebih untuk Google, sebagai search engine paling dominan. Algoritma Hummingbird dan RankBrain sangat menyukai tulisan dalam bentuk schema markup. Karena dengan schema markup, algoritma tersebut bisa membedakan mana artikel spam dan yang berkualitas.

Oke, saya rasa sekilas infonya cukup dulu untuk perkenalan apa itu schema markup. Selanjutnya di postingan berikut, saya akan membahas bagaimana cara membuat schema markup dengan langkah yang mudah. Selamat membaca!

Baca : 9 Langkah Mudah Cara Membuat Schema Markup (2/2)

Whatsapp